KOMPAS.com – Beberapa tahun ini, masyarakat Indonesia gemar menonton serial drama. Bukan dari Indonesia, tetapi semua sudah paham yakni drama Korea (drakor).

Hal ini tak lepas karena berkembangnya Hallyu atau Korean Wave di Indonesia. Hallyu atau Korean Wave adalah budaya pop Korea Selatan yang tersebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Salah satu Korean Wave yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia terutama remaja perempuan adalah serial drakor. Mengikuti fenomena tersebut, mengapa remaja perempuan menggemari drama korea?

Baca juga: Pakar Unair: Ini Tips Tingkatkan Imun Tubuh

Adanya Korean Wave

Pakar Kajian Sinema Universitas Airlangga (Unair) Igak Satrya Wibawa S.Sos., MCA., Ph.D., menyebut hal itu dikarenakan adanya demam Korean Wave yang sedang menjamur di Indonesia.

Hal itu menjadi gelombang budaya di seluruh dunia yang biasa disebut dengan Korean Culture Invasion (Perluasan Budaya Korea).

“Saya mengambil asumsi dari awal, ada beberapa kemungkinan faktor penyebabnya,” ujar Igak seperti dikutip dari laman Unair, Jumat (7/5/2021).

“Yang utama tentu saja karena adanya demam Korean Wave. Ini menjadi kecenderungan bahwa tren adalah salah satu faktor penting,” jelasnya.

Mengarah ikatan emosional

Dijelaskan, remaja bergender perempuan menduduki rating tertinggi sebagai penikmat drakor, itu disebabkan karena drakor utamanya ditujukan kepada penonton perempuan.

Drama korea mengarah kepada ikatan emosional yang secara stereotipe lebih dimiliki oleh perempuan.

“Tidak hanya drama Korea, tetapi konsep drama sejak dulu memang diarahkan pada audience perempuan. Drama dibuat untuk mereka yang menyukai sentuhan-sentuhan psikologis emosional, dan itu lebih besar ada pada perempuan,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *