KOMPAS.com – Kamu menonton drama Korea Mr. Queen?  Jika iya, sudah menonton episode terbarunya atau belum?

Dalam episode 10, jiwa Jang Bong-hwan dalam diri Kim So-yong membuat gukbap untuk Queen Sunwon sebagai Grand Queen Dowager.

Namun, sang Grand Queen Dowager terlihat marah ketika melihat gukbap disajikan untuknya.

Mengapa bisa begitu? Apa sebenarnya gukbap sampai membuat sang ratu marah?

Baca juga: Resep Bibimbap Khas Korea, Nasi Campur dengan Saus Gochujang

Apa itu gukbap? 

Ilustrasi sup Korea.PEXELS/ PONYO SAKANA Ilustrasi sup Korea.

Gukbap adalah nasi atau dalam bahasa Korea disebut dengan bap yang disajikan bersama sup hangat atau guk, mengutip laman Visit Korea.

Gukbap biasa dinikmati masyarakat Korea saat cuaca sedang dingin atau berangin. Supnya yang hangat dapat menghangatkan sekaligus menyegarkan tubuh. 

Gukbap termasuk salah satu masakan Korea yang cukup sederhana dan mudah dibuat.

Komposisinya terdiri dari sup kaldu bening yang terbuat dari daging atau tulang dan dibumbui dengan kecap asin, miso, minyak wijen, atau cuka anggur atau cuka beras.  

Baca juga: Resep Samgyetang ala William Wongso, Sup Ayam Ginseng Khas Korea

Sup kaldu dimasak cukup lama untuk mendapatkan rasa yang otentik dan kuat. Setelah sup matang, kaldu langsung dituang ke dalam nasi lalu diberi tambahan protein maupun sayuran lainnya. 

Bisa menggunakan irisan daging, seafood, kecambah, pasta cabai, maupun kimchi.

Sejarah gukbap

Asal usul hidangan ini ada mempunya banyak versi. Mengutip laman Korea.net, sup ini muncul saat perang Korea sekitar tahun 1950 hingga 1952 saat petani Busan mengumpulkan tulang babi yang dibuang oleh tentara Amerika Serikat. 

Mereka kemudian merebus tulang tersebut dan disajikan bersama dengan semangkuk nasi. Lalu jadilah gukbap atau lebih tepatnya dwaeji gukbap. 

Laman The Korean Herald menyebut bahwa gukbap sudah tercatat pada buku resep masakan Dinasti Joseon.

Namun, kemunculan gukbap diperkiraan lebih lama dari itu, sekitar abad ke-4 hingga ke-7.

Menurut cerita gukbap awalnya disajikan untuk masyarakat yang tengah menempuh perjalanan dan menginap di penginapan.

Saat ini yang disajikan hanya gukbap dengan daun lobak kering dan kubis. Pasalnya masyarakat masih kesulitan mendapatkan daging sapi. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *